Stasiun Klimatologi Pondok Betung

Jl. Raya Kodam Bintaro No. 82 Jakarta Selatan 12070
Telp.: (021) 7353018 Fax : (021) 7355262 Tromol Pos : 7019/Jks KL
Email : staklim.pondok.betung@gmail.com

Jendela Informasi Meteorologi, Klimatologi dan Kualitas Udara.! Disajikan secara aktual untuk menunjang aktivitas Anda di berbagai sektor.

Publikasi :

Pada halaman ini disajikan informasi publikasi yang disampaikan oleh Stasiun Klimatologi Pondok Betung - Tangerang - Banten, baik informasi berupa pengumuman yang ditujukan kepada masyarakat luas maupun abstrak penelitian untuk pengembangan sains ilmu kebumian dan informasi publik lainnya.

 

Lihat Publikasi berdasarkan Kategori di bawah ini :

| Klimatologi | Meteorologi | Geofisika | Statistik dan Komputasi | Administrasi |

Halaman:1 2 3 4 5 6 7

 

Analisis Kejadian Banjir Wilayah Lebak dan Pandeglang Tanggal 23-25 Desember 2018

Oleh : Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan EMAIL

Di upload : 2018-12-28 09:42:45 WIB

Abstraksi :

Menjelang masuknya puncak musim hujan, pada periode akhir bulan Desember 2018 telah terjadi banjir di wilayah Kab. Pandeglang dan Kab. Lebak yaitu pada tanggal 25 Desember 2018. Menurut media online https://news.detik.com/ Ratusan rumah di dua kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, terendam banjir. Hujan yang terjadi sejak Senin (24/12) membuat rumah warga terendam. Dua kecamatan yang dilanda banjir yakni Kecamatan Banjarsari dan Cimarga. Di Banjarsari, ada 4 desa yang terdampak banjir. Desa paling parah adalah Desa Keusik. \"Ketinggiannya bervariasi (paling tinggi) 1 meter. Di Banjarsari, Desa Keusik 455 rumah, Desa Ciruji 20 rumah, Desa Umbul Jaya 33 rumah kemudian Desa Cidahu 67 rumah,\" kata Kepala BPBD Kabupaten Lebak. Sedangkan di Cimarga, menurut laporan yang diterima BPBD ada satu desa yakni Inten Jaya yang terdampak banjir. 75 rumah terendam akibat hujan yang terus menerus.
Selain itu, banjir juga terjadi di Kab Pandeglang. Menurut media online https://regional.kompas.com/ Sembilan kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten dilanda banjir sejak Rabu pagi. Kepala Pelaksana BPBD Pandeglang Asep Rahmat menyebut, banjir disebabkan intensitas hujan tinggi dan air laut meluap. \"Sembilan kecamatan terdampak yakni Munjul, Labuan, Bojong, Pagelaran, Sukaresmi, Angsana, Panimbang, Sobang, dan Patia,\" kata Asep saat dikonfirmasi Kompas.com. Hujan yang mengguyur Pandeglang sejak Selasa sore, menyebabkan aliran sungai meluap. Ditambah, gelombang tinggi di pesisir, membuat air naik ke daratan. Pantauan Kompas.com di Kecamatan Labuan, banjir melanda kawasan Pasar Labuan dan pemukiman di sekitarnya yang berada di tepi laut dengan ketinggian sepaha orang dewasa. Banjir juga meluap ke jalan Raya Carita yang menghubungkan kawasan Labuan dengan Carita. Kawasan Labuan ini, pada Sabtu (22/12/2018) merupakan kawasan yang terdampak tsunami Selat Sunda. Hingga saat ini warga Labuan yang berada di tepi pantai, masih mengungsi di posko-posko pengungsian

 

Analisa Banjir Jakarta 20-21 Maret 2015

Oleh : Staklim Pondok Betung EMAIL

Di upload : 2015-03-25 12:14:40 WIB

Download :

PDF Analisis Banjir Jakarta 20-21 Maret 2015.pdf  [ 0 B ]

Abstraksi :

Memasuki musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau tahun 2015, telah terjadi banjir di wilayah Propinsi DKI Jakarta yaitu pada tanggal 21 Maret 2015. Menurut media online http://metro.news.viva.co.id Hujan deras yang terjadi sejak Jumat kemarin, hingga Sabtu 21 Maret 2015 dinihari tadi membuat sejumlah kawasan di Jakarta terendam banjir. Tak hanya perumahan warga, pusat perbelanjaan juga terkena imbasnya. Informasi dari Twitter Traffic Management Center Polda Metro Jaya, sejak pukul 07.00 WIB, banjir masih merendam Jalan H. Ipin arah Pondok Labu. Ketinggian air mencapai 50 cm hanya kendaraan roda empat saja yang bisa melintas di jalan tersebut. Banjir setinggi satu hingga satu setengah meter membasahi pemukiman arga di Jalan Wijaya Timur, Petogogan, Jakarta Selatan. Masih di Jakarta Selatan, banjir setinggi 50 cm menggenangi jalan Bank yang berada di kawasan Bangka. Bagi pengendara diminta untuk mencari jalan alternatif lain agar tidak terjebak. Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Jagal, Jakarta Selatan. Air setinggi 50 cm masih belum surut. Banjir setinggi 20 cm juga menimpa kawasan Tendean, Jakarta Selatan tepatnya di depan sekolah Tarakanita. Pengendara sepeda motor yang melintas di jalan tersebut hanya bisa melewati bagian pinggir yang agak tinggi agar kendaraannya tidak terendam air. Pasar Cipulir juga dilaporkan terendam banjir setinggi 50 cm. Di Jakarta Timur, tepatnya di Jalan Pagelaran, Setu, Cipayung ada banjir setinggi 30-40 cm. Kawasan pemukiman Kampung pulo juga terendam air 50-60 cm.
Pada laporan ini kami coba untuk menganalisis terjadinya banjir di wilayah DKI Jakarta pada tanggal 20-21 Maret 2015 berdasarkan gambaran kondisi dinamika atmosfer dan Laut serta distribusi data curah hujan.

 

Analisis Banjir Jakarta 9 Pebruari 2015

Oleh : Stasiun Klimatologi Pondok Betung EMAIL

Di upload : 2015-02-10 15:38:12 WIB

Download :

PDF Analisis Banjir Jakarta 9 Pebruari 2015.pdf  [ 0 B ]

Abstraksi :

Memasuki puncak musim hujan pada awal bulan Pebruari 2015, telah terjadi banjir di wilayah Propinsi DKI Jakarta yaitu pada tanggal 09 Pebruari 2015. Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 16.00 WIB, ada 93 titik genangan di Jakarta. \"Banjir tersebar di 35 titik di Jakarta Pusat, 28 titik di Jakarta Barat, 17 titik di Jakarta Utara, 8 titik di Jakarta Timur, dan 5 titik di Jakarta Selatan. Tinggi banjir bervariasi antara 10-80 centimeter. Dampaknya kemacetan parah terjadi di banyak tempat. Beberapa lokasi sudah berangsur surut,\" ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis, Senin (9/2/2015).
Dalam kutipan yang didapat dari sumber news.liputan6.com (10/2/2015) bahwa sementara tinggi muka air sebagian besar sistem sungai di Jakarta, lanjut Sutopo, telah naik menjadi Siaga III pada pukul 14.00 WIB, yaitu Bendungan Katulampa 80 centimeter (Siaga III), pintu air Depok 210 centimeter (Siaga III), Manggarai 820 centimeter (Siaga III), Krukut Hulu 165 centimeter (Siaga III), Pesanggarahan 190 centimeter (Siaga III), Angke Hulu 190 centimeter (Siaga III), Pulo Gadung 675 centimeter (Siaga III). \"Sedangkan pintu air Karet 650 centimeter (Siaga I).
Kondisi ini menyebabkan daerah-daeah bantaran sungai akan terendam banjir,\" imbuh dia. Sutopo mengimbau agar masyarakat di sekitar bantaran Sungai Ciliwung yang akan terkena banjir lebih waspada. Di antaranya adalah Kampung Pulo, Gang Arus, dan Pengadegan. \"Di Kali Krukut wilayah yang terkena banjir adalah Pondok Raya, Pasar Mampang, Pulau Raya, Jati Padang, Cipete Selatan, Pondok Labu, Benhil, dan RS Mintoharjo. Di bantaran Kali Pesanggarahan adalah Cirendeu Indah, Sepolwan, Deplu, IKPN, Ulujami, Perdatam, Tanah Kusir, Cipulir, Cidodol, Kedoya, Perum Kelapa Dua, Pos Pengumben,\" pungkas Sutopo. (Rmn/Yus)
Pada laporan ini kami coba untuk menganalisis terjadinya banjir di wilayah DKI Jakarta pada tanggal 09 Pebruari 2015 berdasarkan gambaran kondisi dinamika atmosfer dan Laut serta distribusi data curah hujan.

 

Analisis Banjir Jakarta 23 Januari 2015

Oleh : Stasiun Klimatologi Pondok Betung EMAIL

Di upload : 2015-01-26 09:00:39 WIB

Download :

PDF Analisis Banjir Jakarta 23 Januari 2015.pdf  [ 0 B ]

Abstraksi :

Menjelang masuknya puncak musim hujan pada bulan Januari 2015, telah terjadi banjir di wilayah Propinsi DKI Jakarta yaitu pada tanggal 23 Januari 2015. Berdasarkan data sementara pantauan Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, hingga Jumat (23-1-2015) pukul 08.30 Wib terdapat 25 titik banjir yaitu di Jakarta Utara, 3 titik di Jakarta Timur, 3 titik di Jakarta Selatan, 4 titik di Jakarta Barat, dan 1 titik di Jakarta Pusat.
Menurut Republika.co.id, hujan yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak kemarin tidak menyebabkan kenaikan tingkat kesiapsiagaan sungai. Semua debit sungai masih aman atau normal, di antaranya Sungai Ciliwung, Karet, Krukut, Pesanggrahan, Angke, Cipinang maupun Sunter. \"Namun, akibat darinase yang kurang baik telah menimbulkan genangan atau banjir di beberapa tempat,\" ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (23/1).
Pada laporan ini kami coba untuk menganalisis terjadinya banjir di wilayah DKI Jakarta pada tanggal 23 Januari 2015 berdasarkan gambaran kondisi dinamika atmosfer dan Laut serta distribusi data curah hujan.

 

Analisis Banjir Jakarta 20 dan 24 Nopember 2014

Oleh : Stasiun Klimatologi Pondok Betung EMAIL

Di upload : 2014-11-26 13:50:48 WIB

Download :

PDF Analisis Banjir Jakarta 20 dan 24 Nopember 2014.pdf  [ 0 B ]

Abstraksi :

Menjelang masuknya musim hujan pada bulan Nopember 2014, telah terjadi banjir di wilayah Propinsi DKI Jakarta yaitu pada tanggal 20 dan 24 Nopember 2014. Menurut Sumber tempo.com bahwa banjir mulai menggenangi Jakarta. Dari pantauan TMC Polda Metro Jaya, setidaknya terdapat 14 titik banjir yang dilaporkan warga sejak pukul 00.00 hingga 07.17 WIB pagi ini, Kamis, 20 November 2014.
Hujan yang mengguyur daerah Jakarta membuat beberapa wilayah di Jakarta Selatan terendam banjir. Salah satunya di daerah Pondok Labu yang terendam banjir hingga setinggi 1 meter. Menurut Petugas Damkar Jakarta Selatan, Muhajir, banjir di deket Kelurahan Pondok Labu tepatnya di RW 3 mencapai 1 meter. \"Tadi sempat kita evakuasi karena air meningkat dan membuat kendaraan tidak bisa melewati. Namun, saat ini sudah mulai surut,\" ujarnya saat di konfirmasi, Selasa (25/11/2014). Selain di Pondok Labu, Muhajir mengatakan di Jalan Petogokan juga terendam. Namun, air juga sudah mulai surut di daerah tersebut.

Informasi :

Hubungi Kami melalui :

Instagram : bmkg_klimtangsel

Facebook : staklimtangerangselatan

Twitter : staklimtangsel

Telegram : staklimtangsel